property1

anak dan ibu 1

Citizen6, Tiongkok - Di zaman sekarang banyak kaum hawa lebih memilih untuk berkarier, tapi hal tersebut memunculkan dilema pada wanita yang mempunyai buah hati karena rasa bersalah mereka terhadap anak-anak sebab tidak lagi bisa mengawasi secara penuh.
Hal tersebut juga dialami seorang ibu asal Chengdu, Tiongkok ini. Sebuah foto yang beredar di jejaring sosial menunjukkan peristiwa memilukan seorang bocah laki-laki bernama Feng-Feng yang menangis kejer, sambil menjerit hingga memberontak ketika ibunya akan kembali ke kota untuk bekerja.
Dalam beberapa foto terlihat, Feng berusaha untuk menahan sang ibu untuk menaiki mobil yang akan membawanya ke kota. Dia tampak mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menarik ibunya agar tak meninggalkannya, namun kakek dan nenek Feng mencoba menahannya. Sementara ibu Feng hanya diam dan tak bisa berbuat apa-apa.
Para onliner yang melihat foto-foto tersebut pun berlinang air mata karena tak tega melihat bocah yang masih rindu dengan orang tuanya itu berpisah dalam waktu yang lama.
Dilansir shanghaiist.com, Kamis (18/2/2016), karena kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi, jutaan warga di seluruh China memang memutuskan pindah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan dan mereka juga harus meninggalkan anak-anak dalam asuhan kakek dan kerabat terdekat.
Beberapa kelompok Melayu di Penang mengatakan bahwa mereka akan memblokir konferensi Freemason internasional yang dijadwalkan akan diadakan minggu depan jika pemerintah membiarkannya.
Kelompok-kelompok tersebut, yang termasuk Gabungan Perwakilan Melayu, Persatuan Muslimin Pulau Pinang, Perwira dan Persatuan Muka Buku Pulau Pinang, juga mengajukan sembilan laporan kepada polisi hari ini terkait konferensi internasional Freemason. Konferensi ini bernama Scottish Masonic Conference.
“Setelah melihat melalui website mereka tentang konferensi itu, dan meskipun mereka telah berada di negara kita untuk waktu yang lama, kita masih merasa gelisah dan tidak nyaman dengan konferensi internasional tersebut yang akan diadakan di sini di Penang,” kata Mohd Hafiz Mohd Nordin, ketua Jaringan Muslimin Pulau Pinang yang merupakan lembaga payung untuk 13 LSM Melayu, sebagaimana dilansir oleh The Malay Mail Online, Kamis (18/2/2016).
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2016/02/19/kelompok-melayu-di-malaysia-ancam-akan-gagalkan-konferensi-internasional-freemason-di-penang.html#sthash.oC1JE7qM.dpuf

Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang

Jum'at, 11 Jumadil Awwal 1437 H / 19 Februari 2016 20:50
Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang
Kelompok Melayu di Malaysia mengajukan sembilan laporan untuk menghentikan Scottish Masonic Conference di Penang, Kamis (18/2/2016).
PENANG (Arrahmah.com) – Beberapa kelompok Melayu di Penang mengatakan bahwa mereka akan memblokir konferensi Freemason internasional yang dijadwalkan akan diadakan minggu depan jika pemerintah membiarkannya.
Kelompok-kelompok tersebut, yang termasuk Gabungan Perwakilan Melayu, Persatuan Muslimin Pulau Pinang, Perwira dan Persatuan Muka Buku Pulau Pinang, juga mengajukan sembilan laporan kepada polisi hari ini terkait konferensi internasional Freemason. Konferensi ini bernama Scottish Masonic Conference.
“Setelah melihat melalui website mereka tentang konferensi itu, dan meskipun mereka telah berada di negara kita untuk waktu yang lama, kita masih merasa gelisah dan tidak nyaman dengan konferensi internasional tersebut yang akan diadakan di sini di Penang,” kata Mohd Hafiz Mohd Nordin, ketua Jaringan Muslimin Pulau Pinang yang merupakan lembaga payung untuk 13 LSM Melayu, sebagaimana dilansir oleh The Malay Mail Online, Kamis (18/2/2016).
Dia menegaskan bahwa Freemason terkait dengan Zionis dan menyebarkan teori konspirasi jahat terhadap Islam dan Muslim.
Mohd Hafiz lebih lanjut menyatakan bahwa organisasi ini menyamar sebagai gerakan kesejahteraan, tapi memiliki agenda rahasia yang bahkan media tidak bisa mengungkapkan.
“Kami ingin polisi menyelidiki konferensi ini, mencari tahu tentang konferensi tersebut, memeriksa apakah penyelenggara adalah masyarakat yang terdaftar, untuk mengetahui apa kegiatan mereka di sini dan mengapa mereka memilih untuk menggelarnya di sini di Penang dan di Bayview Beach Resort ,” katanya.
Mohd Hafiz menambahkan bahwa mereka juga ingin agar polisi menyelidiki apakah hotel itu memiliki kaitan dengan organisasi Freemason.
Dia juga mendesak polisi untuk menghentikan konferensi itu jika menimbulkan ancaman bagi keharmonisan masyarakat terutama jika hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan kegelisahan di kalangan ummat Islam.
“Jika polisi tidak menghentikan mereka, kami yang akan menghentikan konferensi itu karena kami tidak ingin diadakan di sini,” katanya.
Scottish Masonic Conference – yang akan berlangsung selama 4 hari – rencananya akan dihadiri oleh Freemason-Freemason dari 15 negara di seluruh dunia.
Konferensi itu dijadwalkan akan diselenggarakan dari 24-27 Februari.
(ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2016/02/19/kelompok-melayu-di-malaysia-ancam-akan-gagalkan-konferensi-internasional-freemason-di-penang.html#sthash.oC1JE7qM.dpuf

Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang

Jum'at, 11 Jumadil Awwal 1437 H / 19 Februari 2016 20:50
Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang
Kelompok Melayu di Malaysia mengajukan sembilan laporan untuk menghentikan Scottish Masonic Conference di Penang, Kamis (18/2/2016).
PENANG (Arrahmah.com) – Beberapa kelompok Melayu di Penang mengatakan bahwa mereka akan memblokir konferensi Freemason internasional yang dijadwalkan akan diadakan minggu depan jika pemerintah membiarkannya.
Kelompok-kelompok tersebut, yang termasuk Gabungan Perwakilan Melayu, Persatuan Muslimin Pulau Pinang, Perwira dan Persatuan Muka Buku Pulau Pinang, juga mengajukan sembilan laporan kepada polisi hari ini terkait konferensi internasional Freemason. Konferensi ini bernama Scottish Masonic Conference.
“Setelah melihat melalui website mereka tentang konferensi itu, dan meskipun mereka telah berada di negara kita untuk waktu yang lama, kita masih merasa gelisah dan tidak nyaman dengan konferensi internasional tersebut yang akan diadakan di sini di Penang,” kata Mohd Hafiz Mohd Nordin, ketua Jaringan Muslimin Pulau Pinang yang merupakan lembaga payung untuk 13 LSM Melayu, sebagaimana dilansir oleh The Malay Mail Online, Kamis (18/2/2016).
Dia menegaskan bahwa Freemason terkait dengan Zionis dan menyebarkan teori konspirasi jahat terhadap Islam dan Muslim.
Mohd Hafiz lebih lanjut menyatakan bahwa organisasi ini menyamar sebagai gerakan kesejahteraan, tapi memiliki agenda rahasia yang bahkan media tidak bisa mengungkapkan.
“Kami ingin polisi menyelidiki konferensi ini, mencari tahu tentang konferensi tersebut, memeriksa apakah penyelenggara adalah masyarakat yang terdaftar, untuk mengetahui apa kegiatan mereka di sini dan mengapa mereka memilih untuk menggelarnya di sini di Penang dan di Bayview Beach Resort ,” katanya.
Mohd Hafiz menambahkan bahwa mereka juga ingin agar polisi menyelidiki apakah hotel itu memiliki kaitan dengan organisasi Freemason.
Dia juga mendesak polisi untuk menghentikan konferensi itu jika menimbulkan ancaman bagi keharmonisan masyarakat terutama jika hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan kegelisahan di kalangan ummat Islam.
“Jika polisi tidak menghentikan mereka, kami yang akan menghentikan konferensi itu karena kami tidak ingin diadakan di sini,” katanya.
Scottish Masonic Conference – yang akan berlangsung selama 4 hari – rencananya akan dihadiri oleh Freemason-Freemason dari 15 negara di seluruh dunia.
Konferensi itu dijadwalkan akan diselenggarakan dari 24-27 Februari.
(ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2016/02/19/kelompok-melayu-di-malaysia-ancam-akan-gagalkan-konferensi-internasional-freemason-di-penang.html#sthash.oC1JE7qM.dpufc

Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang

Jum'at, 11 Jumadil Awwal 1437 H / 19 Februari 2016 20:50
Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang
Kelompok Melayu di Malaysia mengajukan sembilan laporan untuk menghentikan Scottish Masonic Conference di Penang, Kamis (18/2/2016).
PENANG (Arrahmah.com) – Beberapa kelompok Melayu di Penang mengatakan bahwa mereka akan memblokir konferensi Freemason internasional yang dijadwalkan akan diadakan minggu depan jika pemerintah membiarkannya.
Kelompok-kelompok tersebut, yang termasuk Gabungan Perwakilan Melayu, Persatuan Muslimin Pulau Pinang, Perwira dan Persatuan Muka Buku Pulau Pinang, juga mengajukan sembilan laporan kepada polisi hari ini terkait konferensi internasional Freemason. Konferensi ini bernama Scottish Masonic Conference.
“Setelah melihat melalui website mereka tentang konferensi itu, dan meskipun mereka telah berada di negara kita untuk waktu yang lama, kita masih merasa gelisah dan tidak nyaman dengan konferensi internasional tersebut yang akan diadakan di sini di Penang,” kata Mohd Hafiz Mohd Nordin, ketua Jaringan Muslimin Pulau Pinang yang merupakan lembaga payung untuk 13 LSM Melayu, sebagaimana dilansir oleh The Malay Mail Online, Kamis (18/2/2016).
Dia menegaskan bahwa Freemason terkait dengan Zionis dan menyebarkan teori konspirasi jahat terhadap Islam dan Muslim.
Mohd Hafiz lebih lanjut menyatakan bahwa organisasi ini menyamar sebagai gerakan kesejahteraan, tapi memiliki agenda rahasia yang bahkan media tidak bisa mengungkapkan.
“Kami ingin polisi menyelidiki konferensi ini, mencari tahu tentang konferensi tersebut, memeriksa apakah penyelenggara adalah masyarakat yang terdaftar, untuk mengetahui apa kegiatan mereka di sini dan mengapa mereka memilih untuk menggelarnya di sini di Penang dan di Bayview Beach Resort ,” katanya.
Mohd Hafiz menambahkan bahwa mereka juga ingin agar polisi menyelidiki apakah hotel itu memiliki kaitan dengan organisasi Freemason.
Dia juga mendesak polisi untuk menghentikan konferensi itu jika menimbulkan ancaman bagi keharmonisan masyarakat terutama jika hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan kegelisahan di kalangan ummat Islam.
“Jika polisi tidak menghentikan mereka, kami yang akan menghentikan konferensi itu karena kami tidak ingin diadakan di sini,” katanya.
Scottish Masonic Conference – yang akan berlangsung selama 4 hari – rencananya akan dihadiri oleh Freemason-Freemason dari 15 negara di seluruh dunia.
Konferensi itu dijadwalkan akan diselenggarakan dari 24-27 Februari.
(ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2016/02/19/kelompok-melayu-di-malaysia-ancam-akan-gagalkan-konferensi-internasional-freemason-di-penang.html#sthash.oC1JE7qM.dpuf

Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang

Jum'at, 11 Jumadil Awwal 1437 H / 19 Februari 2016 20:50
Kelompok Melayu di Malaysia ancam akan gagalkan konferensi internasional Freemason di Penang
Kelompok Melayu di Malaysia mengajukan sembilan laporan untuk menghentikan Scottish Masonic Conference di Penang, Kamis (18/2/2016).
PENANG (Arrahmah.com) – Beberapa kelompok Melayu di Penang mengatakan bahwa mereka akan memblokir konferensi Freemason internasional yang dijadwalkan akan diadakan minggu depan jika pemerintah membiarkannya.
Kelompok-kelompok tersebut, yang termasuk Gabungan Perwakilan Melayu, Persatuan Muslimin Pulau Pinang, Perwira dan Persatuan Muka Buku Pulau Pinang, juga mengajukan sembilan laporan kepada polisi hari ini terkait konferensi internasional Freemason. Konferensi ini bernama Scottish Masonic Conference.
“Setelah melihat melalui website mereka tentang konferensi itu, dan meskipun mereka telah berada di negara kita untuk waktu yang lama, kita masih merasa gelisah dan tidak nyaman dengan konferensi internasional tersebut yang akan diadakan di sini di Penang,” kata Mohd Hafiz Mohd Nordin, ketua Jaringan Muslimin Pulau Pinang yang merupakan lembaga payung untuk 13 LSM Melayu, sebagaimana dilansir oleh The Malay Mail Online, Kamis (18/2/2016).
Dia menegaskan bahwa Freemason terkait dengan Zionis dan menyebarkan teori konspirasi jahat terhadap Islam dan Muslim.
Mohd Hafiz lebih lanjut menyatakan bahwa organisasi ini menyamar sebagai gerakan kesejahteraan, tapi memiliki agenda rahasia yang bahkan media tidak bisa mengungkapkan.
“Kami ingin polisi menyelidiki konferensi ini, mencari tahu tentang konferensi tersebut, memeriksa apakah penyelenggara adalah masyarakat yang terdaftar, untuk mengetahui apa kegiatan mereka di sini dan mengapa mereka memilih untuk menggelarnya di sini di Penang dan di Bayview Beach Resort ,” katanya.
Mohd Hafiz menambahkan bahwa mereka juga ingin agar polisi menyelidiki apakah hotel itu memiliki kaitan dengan organisasi Freemason.
Dia juga mendesak polisi untuk menghentikan konferensi itu jika menimbulkan ancaman bagi keharmonisan masyarakat terutama jika hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan kegelisahan di kalangan ummat Islam.
“Jika polisi tidak menghentikan mereka, kami yang akan menghentikan konferensi itu karena kami tidak ingin diadakan di sini,” katanya.
Scottish Masonic Conference – yang akan berlangsung selama 4 hari – rencananya akan dihadiri oleh Freemason-Freemason dari 15 negara di seluruh dunia.
Konferensi itu dijadwalkan akan diselenggarakan dari 24-27 Februari.
(ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2016/02/19/kelompok-melayu-di-malaysia-ancam-akan-gagalkan-konferensi-internasional-freemason-di-penang.html#sthash.oC1JE7qM.dpuf

Post a Comment

Powered by Blogger.

© property1
Theme Designed by irsah indesigns.